Konsep IBD dalam Kesusastraan adalah postingan yang akan dibahas pada kali ini, di dalam Konsep IBD Dalam Kesusastraan terdiri dari pembahasan, yaitu pendekatan kesusastraan, IBD yang dihubungkan dengan prosa, nilai-nilai' dalam prosa fiksi dan IBD yang dihubungkan dengan puisi. Sebelum melanjutkan pembahasan tentang Konsep IBD dalam Kesusastraan sebaiknya kita terlebih dahulu mengenal arti dan pembahasan dari IBD itu seperti yang sudah pernah saya posting sebelumnya, atau dapat dapat di cek disini.
Setelah mengenal IBD, pada postingan kali ini saya hanya akan membahas tentang Nilai-Nilai Dalam Prosa Fiksi. Kita semua pasti mendengar cerita maupun dongeng yang pernah dibacakan oleh orang tua maupun guru di sekolah kita, setiap cerita maupun dongeng tersebut pasti memiliki suatu pesan untuk para pembaca maupun para pendengar cerita tersebut, itulah nilai-nilai yang terdapat pada Prosa fiksi,sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita.Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra tersebuat yaitu:
Setelah mengenal IBD, pada postingan kali ini saya hanya akan membahas tentang Nilai-Nilai Dalam Prosa Fiksi. Kita semua pasti mendengar cerita maupun dongeng yang pernah dibacakan oleh orang tua maupun guru di sekolah kita, setiap cerita maupun dongeng tersebut pasti memiliki suatu pesan untuk para pembaca maupun para pendengar cerita tersebut, itulah nilai-nilai yang terdapat pada Prosa fiksi,sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita.Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra tersebuat yaitu: 


